Gunadarma atau yang biasa disebut gundar,, gundar merupakan Universitas terbaik nomor 4 se indonesia,, bangga dong jdi mahasiswa gunadarma, gosip gosip miring yang berhembus di gundar tidak membuat saya takut untuk bruliah di Gunadarma,, seperti : susah untuk mendapatkan ijasah, susah untuk lulusnya,, menurut saya itu semua bkan alasan, karna yang menentkan kita cepat atau lama nya brkuliah adalah kita,, awal masuk Gundar saya snagt bingung dikarnakan Universitas gunadarma merupakan Universitas yang cukuo besar. waktu itu saya mengikuti PPSPKT, di kampus G, tpi saya malah salah datang dan masukke kampuz D. benarbenar hari yang siall
waktu Ospek kami semua di kerjain oleh kaka kelas kmi masing masing,, saya disuruh bernyanyi di depan. setelah saya mengikuti PPSPPT, kmi semua pulang dengan penuh kemarahan,,
akinya masuk kuliah perdana dan seterusnya,
setelah perkuliahan pertama kami mulai pada bekenalan,, aku mendapatkan temen temen yang sanyat ngnyayabgi aku,,seperti Saifur, maulana sahid akbar
Willy Manoppo sinurat
WELCOME
Selamat Datang Di Willysinurat.blogspot.com
Sabtu, 05 Maret 2011
Senin, 01 November 2010
MANUSIA DAN POTENSINYA
Manusia diciptakan ole Tuhan sebagai makhluk paling mulia dan terbaik di antara makhluk ciptaanNya yang lain karena Yuhan memberikan manusia berbagai macam potensi yang tidak dimiliki oleh makhluk apapun. Namun terkadang, manusia kita tidak sadar bahkan tidak tahu sama sekali apa potensi yang ada pada diri kita sehingga terkadang kita hidup dengan kondisi seadanya, mudah putus ada, mudah menyerah dan tidak mempunyai impian besar atau harapan untuk lebih maju. Kita menjalani aktifitas hidup apa adanya tanpa ada kekuatan untuk menjadikan hidup kita lebih Jika kita pikirkan, sebenarnya ketika kita diciptakan, Tuhan pasti tidak akan membiarkan hamba-Nya hidup dalam kesengsaraan dan penderitaan. Maka dari itulah Tuhan membekali manusia dengan segenap potensi yang ada dalam dirinya. Potensi itu meliputi: potensi jasmani (fisik), ruhani (spiritual), dan akal (mind). Ketiga potensi ini akan memberikan kemampuan kepada manusia untuk menentukan dan memilih jalan hidupnya sendiri. Manusia diberi kebebasan untuk menentukan takdirnya. Semua itu tergantung dari bagaimana mereka memanfaatkan potensi yang melekat dalam dirinya.
Ketiga potensi tersebut saling menunjang dan melengkapi, tetapi dari ketiga komponen itu, potensi spiritual dan akal memegang peranan penting dalam menentukan kesuksesan seseorang dalam kehidupan, sebab dari kedua potensi itulah manusia akan tahu kemana akan melangkah, apa yang diinginkan, dan apa yang harus dilakukan. Potensi fisik hanya menunjang kedua potensi tersebut agar lebih sempurna, walau peranannya juga tidak bisa disepelekan. Banyak orang yang mengeluh ketika dikaruniai fisik yang kurang sempurna. Mereka merasa seakan-akan hidupnya tidak berguna. Akhirnya mereka menjadi orang-orang yang berputus asa dan menjadi beban bagi orang lain. Mereka melupakan potensi akal dan spiritual yang dikaruniakan Tuhan. Dalam sejarah kehidupan manusia, ada banyak orang-orang yang luar biasa, mereka dikaruniai keterbatasan fisik, tetapi justru dengan itulah mereka dapat menghasilkan prestasi yang mengagumkan. Mereka menjadikan keterbatasan mereka sebagai motivasi untuk meraih prestasi tinggi.
Setiap hari tubuh jasmani kita perlu mendapatkan makan untuk tumbuh sehat dan menghasilkan energi untuk hidup, sama halnya begitu juga dengan tubuh rohani kita. Namun sayang hal ini sering terlupakan!
Kata-kata kebenaran tak kalah pentingnya menjadi santapan setiap hari bagi kebugaran rohani kita. Kata-kata kebenaran tiada habis untuk dicerna layaknya kita memakan nasi sebagai makanan pokok. Nasi adalah makanan utama kita dari kecil sampai menjelang mati, tak akan pernah bosan untuk dinikmati demi mempertahankan hidup terus berlanjut.
Jadi tiada istilah bosan untuk mendengarkan kata-kata kebenaran setiap harinya.
Setiap hari tubuh kasar kita perlu makanan bergizi untuk tumbuh berkembang, sehat,
dan menghasilkan energi bagi kita untuk melakukan kegiatan sehari-hari.
Kegiatan makan adalah merupakan kewajiban setiap harinya antara 2 sampai 3
kali, dilakukan sepanjang hidup.
Dalam keadaan normal, sehari saja tubuh kita tidak mendapatkan suplai makanan,
maka akan gemetaran, tidak bersemangat, mengalami sakit kepala, dan mudah marah.
Demikian juga dengan tubuh rohani kita, seharusnya mendapatkan makanan berupa
kata-kata kebenaran. Tetapi sayangnya, pada jaman sekarang
manusia lebih banyak menitik beratkan kepada kegiatan makan untuk tubuh
jasmaninya.
Bahkan demi pemenuhan ini harus sampai melupakan kegiatan untuk
memberi makan pada tubuh rohaninya.
Dimana kegiatan pemenuhan makan untuk tubuh rohani adalah yang utama menjadi
terlupakan. Karena ketidakmengertian dan ketidaksadaran memahami makna
kehidupan yang sesungguhnya. Inilah yang dikatakan kebodohan manusia
yang sesungguhnya.
Oleh sebab itu, orang-orang yang mengerti, akan lebih menitik beratkan pada
pemenuhan makan pada tubuh rohani sepanjang hidupnya.
Kata-kata kebenaran baginya bagaikan sesuatu yang berharga. Penting bagaikan
mutiara, yang akan selalu dicari sebagai pusaka hidupnya.
Ditemukan dan kemudian dijadikan sebagai modal yang berguna
agar hidupnya berharga.
Inilah yang dikatakan orang yang memiliki kearifan.
Pada akhirnya mau tidak mau kita harus memilih. Tetapi
masa depan yang baik dalam arti yang sesungguhnya tergantung kearifan kita
dalam memilih.
Seringkali akal di nisbatkan dengan perkara-perkara yang logis. Hal ini mempersempit dengan apa yang dimaksud dengan akal sebenarnya. Realitas yang bisa dijelaskan secara argumentasi dan penalaran adalah sesuatu yang hanya bisa “meyakinkan” karena prosesnya logis dan bersifat analisis dengan mengurainya dalam bentuk konseptual yang sistematis. Pencapaian keadaan “meyakini” seharusnya tidaklah hanya dipersempit dengan pendekatan rasio semata. Kegiatan akal dalam berpikir sebenarnya juga meliputi intuisi dalam memahami realitas selain rasio. Selain bahasa argumentasi (rasio) yang dimiliki oleh akal adalah bahasa hati (intuisi). Kedua bahasa digunakan oleh akal hingga menghantarkan kepada “keyakinan”. Bahasa argumen dianut setia oleh ilmuwan, dan sering digunakan oleh ahli pikir sedangkan bahasa hati dianut setia oleh para ahli jiwa dan sering digunakan oleh ahli kebajikan.
Akal memiliki pendekatan rasio dan intuitif. Pendekatan rasio senantiasa dimengerti (logis) hingga jadi bagian untuk memahami sedangkan pendekatan intuitif senantiasa jelas (terang) dengan sendirinya dapat dimengerti karena kejelasannya hingga kemudian jadi bagian untuk memahami. Kesatuan dalam memahami hingga sampai pada suatu keadaan meyakini adalh kegiatan akal. Kenyataannya kebanyakan manusia memiliki rasio yang tidak tajam dan intuisi yang tidak jelas.
Subjek individu yang berkecendrungan menggunakan rasio senantiasa mengasah potensi rasionya dengan berpikir secara “penalaran”. Sedangkan individu yang berkecendrungan menggunakan intuisi senantiasa memperjelas perasaan(hati)nya. Pendekatan rasio diperoleh dengan proses belajar dan mengajar, diskusi ilmiah, pengkajian buku, pengajaran seorang guru, dan sekolah sedangkan pendekatan intuisi diperoleh dengan penapakan mistikal, penitian jalan-jalan keagamaan, dan penelusuran tahapan-tahapan spiritual. Oleh karenanya tidak heran ketika jika subjek individu yang mengandalkan rasio cenderung berkata “ intuisi tanpa konsep adalah buta” sedangkan subjek yang mengandalkan intuisi cenderung berkata “ rasio anda akan menipu anda tanpa anda sadari”.
Harus disadari keduanya adalah alat pengetahuan yang senantiasa kita olah tanpa disadari dan kenyataanya kita kurang mengenalinya hingga tumpul rasionya dan buram intuisinya hingga tidak terkategori sebagai orang yang berakal.
Ketiga potensi tersebut saling menunjang dan melengkapi, tetapi dari ketiga komponen itu, potensi spiritual dan akal memegang peranan penting dalam menentukan kesuksesan seseorang dalam kehidupan, sebab dari kedua potensi itulah manusia akan tahu kemana akan melangkah, apa yang diinginkan, dan apa yang harus dilakukan. Potensi fisik hanya menunjang kedua potensi tersebut agar lebih sempurna, walau peranannya juga tidak bisa disepelekan. Banyak orang yang mengeluh ketika dikaruniai fisik yang kurang sempurna. Mereka merasa seakan-akan hidupnya tidak berguna. Akhirnya mereka menjadi orang-orang yang berputus asa dan menjadi beban bagi orang lain. Mereka melupakan potensi akal dan spiritual yang dikaruniakan Tuhan. Dalam sejarah kehidupan manusia, ada banyak orang-orang yang luar biasa, mereka dikaruniai keterbatasan fisik, tetapi justru dengan itulah mereka dapat menghasilkan prestasi yang mengagumkan. Mereka menjadikan keterbatasan mereka sebagai motivasi untuk meraih prestasi tinggi.
Setiap hari tubuh jasmani kita perlu mendapatkan makan untuk tumbuh sehat dan menghasilkan energi untuk hidup, sama halnya begitu juga dengan tubuh rohani kita. Namun sayang hal ini sering terlupakan!
Kata-kata kebenaran tak kalah pentingnya menjadi santapan setiap hari bagi kebugaran rohani kita. Kata-kata kebenaran tiada habis untuk dicerna layaknya kita memakan nasi sebagai makanan pokok. Nasi adalah makanan utama kita dari kecil sampai menjelang mati, tak akan pernah bosan untuk dinikmati demi mempertahankan hidup terus berlanjut.
Jadi tiada istilah bosan untuk mendengarkan kata-kata kebenaran setiap harinya.
Setiap hari tubuh kasar kita perlu makanan bergizi untuk tumbuh berkembang, sehat,
dan menghasilkan energi bagi kita untuk melakukan kegiatan sehari-hari.
Kegiatan makan adalah merupakan kewajiban setiap harinya antara 2 sampai 3
kali, dilakukan sepanjang hidup.
Dalam keadaan normal, sehari saja tubuh kita tidak mendapatkan suplai makanan,
maka akan gemetaran, tidak bersemangat, mengalami sakit kepala, dan mudah marah.
Demikian juga dengan tubuh rohani kita, seharusnya mendapatkan makanan berupa
kata-kata kebenaran. Tetapi sayangnya, pada jaman sekarang
manusia lebih banyak menitik beratkan kepada kegiatan makan untuk tubuh
jasmaninya.
Bahkan demi pemenuhan ini harus sampai melupakan kegiatan untuk
memberi makan pada tubuh rohaninya.
Dimana kegiatan pemenuhan makan untuk tubuh rohani adalah yang utama menjadi
terlupakan. Karena ketidakmengertian dan ketidaksadaran memahami makna
kehidupan yang sesungguhnya. Inilah yang dikatakan kebodohan manusia
yang sesungguhnya.
Oleh sebab itu, orang-orang yang mengerti, akan lebih menitik beratkan pada
pemenuhan makan pada tubuh rohani sepanjang hidupnya.
Kata-kata kebenaran baginya bagaikan sesuatu yang berharga. Penting bagaikan
mutiara, yang akan selalu dicari sebagai pusaka hidupnya.
Ditemukan dan kemudian dijadikan sebagai modal yang berguna
agar hidupnya berharga.
Inilah yang dikatakan orang yang memiliki kearifan.
Pada akhirnya mau tidak mau kita harus memilih. Tetapi
masa depan yang baik dalam arti yang sesungguhnya tergantung kearifan kita
dalam memilih.
Seringkali akal di nisbatkan dengan perkara-perkara yang logis. Hal ini mempersempit dengan apa yang dimaksud dengan akal sebenarnya. Realitas yang bisa dijelaskan secara argumentasi dan penalaran adalah sesuatu yang hanya bisa “meyakinkan” karena prosesnya logis dan bersifat analisis dengan mengurainya dalam bentuk konseptual yang sistematis. Pencapaian keadaan “meyakini” seharusnya tidaklah hanya dipersempit dengan pendekatan rasio semata. Kegiatan akal dalam berpikir sebenarnya juga meliputi intuisi dalam memahami realitas selain rasio. Selain bahasa argumentasi (rasio) yang dimiliki oleh akal adalah bahasa hati (intuisi). Kedua bahasa digunakan oleh akal hingga menghantarkan kepada “keyakinan”. Bahasa argumen dianut setia oleh ilmuwan, dan sering digunakan oleh ahli pikir sedangkan bahasa hati dianut setia oleh para ahli jiwa dan sering digunakan oleh ahli kebajikan.
Akal memiliki pendekatan rasio dan intuitif. Pendekatan rasio senantiasa dimengerti (logis) hingga jadi bagian untuk memahami sedangkan pendekatan intuitif senantiasa jelas (terang) dengan sendirinya dapat dimengerti karena kejelasannya hingga kemudian jadi bagian untuk memahami. Kesatuan dalam memahami hingga sampai pada suatu keadaan meyakini adalh kegiatan akal. Kenyataannya kebanyakan manusia memiliki rasio yang tidak tajam dan intuisi yang tidak jelas.
Subjek individu yang berkecendrungan menggunakan rasio senantiasa mengasah potensi rasionya dengan berpikir secara “penalaran”. Sedangkan individu yang berkecendrungan menggunakan intuisi senantiasa memperjelas perasaan(hati)nya. Pendekatan rasio diperoleh dengan proses belajar dan mengajar, diskusi ilmiah, pengkajian buku, pengajaran seorang guru, dan sekolah sedangkan pendekatan intuisi diperoleh dengan penapakan mistikal, penitian jalan-jalan keagamaan, dan penelusuran tahapan-tahapan spiritual. Oleh karenanya tidak heran ketika jika subjek individu yang mengandalkan rasio cenderung berkata “ intuisi tanpa konsep adalah buta” sedangkan subjek yang mengandalkan intuisi cenderung berkata “ rasio anda akan menipu anda tanpa anda sadari”.
Harus disadari keduanya adalah alat pengetahuan yang senantiasa kita olah tanpa disadari dan kenyataanya kita kurang mengenalinya hingga tumpul rasionya dan buram intuisinya hingga tidak terkategori sebagai orang yang berakal.
Rabu, 20 Oktober 2010
Siapakah Antikris???
Ada banyak spekulasi mengenai identitas dari anti Kristus. Beberapa sasaran yang populer adalah Vladimir Putin, Mahmoud Ahmadinejad dan Paus Benediktus XVI. Di Amerika Serikat, mantan presiden Bill Clinton, presiden sekarang George Bush dan calon presiden Barack Obama adalah yang paling sering disebut. Jadi siapakah anti Kristus dan bagaimana kita dapat mengenalinya?
Alkitab sebetulnya tidak memberikan sesuatu yang spesifik mengenai dari mana anti Kristus akan datang. Banyak sarjana Alkitab yang berspekulasi bahwa dia akan datang dari konfederasi sepuluh negara dan/atau dari kekaisaran Romawi yang lahir kembali (Daniel 7:24-25; Wahyu 17:7). Yang lain melihat dia sebagai orang Yahudi karena dia mengaku sebagai Mesias. Semua ini hanyalah spekulasi semata-mata karena Alkitab tidak secara khusus mengatakan dari mana anti Kristus akan datang atau apa rasnya. Suatu hari anti Kristus akan diungkapkan. 2 Tesalonika 2:3-4 memberitahukan bagaimana kita dapat mengenali anti Kristus: “Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.”
Kemungkinan besar kebanyakan orang yang masih hidup ketika anti Kristus terungkap akan sangat kaget dengan identitasnya. Anti Kristus mungkin saja hidup pada saat sekarang ini. Martin Luther yakin bahwa Paus pada zamannya adalah anti Kristus. Sejauh ini semuanya salah. Kita seharusnya berhenti berspekulasi dan memusatkan perhatian pada apa yang sebetulnya dikatakan oleh Alkitab mengenai anti Kristus. Wahyu 13:5-8 mengatakan, “Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya. Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga. Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa. Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.”
sumber : http://www.gotquestions.org/indonesia/siapa-anti-kristus.html
Alkitab sebetulnya tidak memberikan sesuatu yang spesifik mengenai dari mana anti Kristus akan datang. Banyak sarjana Alkitab yang berspekulasi bahwa dia akan datang dari konfederasi sepuluh negara dan/atau dari kekaisaran Romawi yang lahir kembali (Daniel 7:24-25; Wahyu 17:7). Yang lain melihat dia sebagai orang Yahudi karena dia mengaku sebagai Mesias. Semua ini hanyalah spekulasi semata-mata karena Alkitab tidak secara khusus mengatakan dari mana anti Kristus akan datang atau apa rasnya. Suatu hari anti Kristus akan diungkapkan. 2 Tesalonika 2:3-4 memberitahukan bagaimana kita dapat mengenali anti Kristus: “Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.”
Kemungkinan besar kebanyakan orang yang masih hidup ketika anti Kristus terungkap akan sangat kaget dengan identitasnya. Anti Kristus mungkin saja hidup pada saat sekarang ini. Martin Luther yakin bahwa Paus pada zamannya adalah anti Kristus. Sejauh ini semuanya salah. Kita seharusnya berhenti berspekulasi dan memusatkan perhatian pada apa yang sebetulnya dikatakan oleh Alkitab mengenai anti Kristus. Wahyu 13:5-8 mengatakan, “Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya. Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga. Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa. Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.”
sumber : http://www.gotquestions.org/indonesia/siapa-anti-kristus.html
Langganan:
Komentar (Atom)